Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 696. MANUSIA YANG MELUKU


 

do = a  4/4  MM +108


 

Bait 1

Manusia yang meluku*, menaburkan benih,

tetapi kesuburan Tuhanlah yang memb’ri.

Air hujan dikirim-Nya dan panas yang segar.

Akhirnya padi tumbuh, menghijau dan mekar.

 

Refrein

Apapun yang baik semata anugerah.

Dan kar’na itu pujilah kasih-Nya yang mesra.

 

Bait 2

Semua diciptakan-Nya, yang jauh, yang dekat:

samudera yang luas dan rimba yang lebat.

Tak satu dilupakan, semua dibela,

dan kita dib’ri makan tak kunjung bersela.

 

Refrein

Apapun yang baik semata anugerah.

Dan kar’na itu pujilah kasih-Nya yang mesra.

 

Bait 3

Ya Bapa, t’rimakasih; yang sudi ‘Kau memb’ri

kepada ciptaan-Mu: berkat dan rezeki.

Tiada teruraikan kasih-Mu yang besar;

terpujilah ‘Kau, Bapa, rahmani dan jabar.

 

Refrein

Apapun yang baik semata anugerah.

Dan kar’na itu pujilah kasih-Nya yang mesra.

 

Syair: Wir pflügen und wir streuen, Mathias Claudius, 1782, terj. E.L. Pohan Shn, 1966

Lagu: Johan Abraham Peter Schulz (1747-1800)

 

* meluku= membajak tanah