Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 233. LIHAT BUNDA YANG BERDUKA

 

do = f  4/4  MM + 80

 

Bait 1

Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Putra;

air mata bergenang.

O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,

bagai ditembus pedang.

 

Bait 2

Bunda Putra Tunggal Allah, disebut “yang berbahagia”,

kini sangat bersedih.

Hatinya dirundung duka kar’na Putra yang termulia

bersengsara di salib.

 

Bait 3

O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus

menangisi Putranya?

Dan siapa tak tergugah menyelami duka bunda

dalam siksa Anaknya?

 

Bait 4

Dilihat-Nya Yesus, Putra, yang tersiksa dan terluka

kar’na dosa umat-Nya

dan bergumul sendirian menghadapi kematian

menyerahkan nyawa-Nya.

 

Bait 5

Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati

dukamu yang mencekam;

biar hatiku bernyala mengasihi Putra Allah

dan pada-Nya berkenan.

 

Bait 6

Biarlah sengsara aib dari Dia yang tersalib

tersemat di hatiku;

biar siksa salib itu yang ditanggung-Nya bagiku

kudekap bersamamu.

 

Bait 7

Biar aku di sampingmu pilu kar’na wafat Kristus

di sepanjang hidupku:

inilah keinginanku: di dekat salib Putramu

besertamu tersedu.

 

Bait 8

O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini

ikut dikau bersedih;

biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah

kukenangkan tak henti.

 

Bait 9

Biar aku pun terluka, menghayati salib Tuhan,

digerakkan kasih-Nya.

Hatiku engkau kobarkan; biar aku dibebaskan

dalam penghakiman-Nya.

 

Bait 10

Biarlah salib Tuhanku jadi benteng naunganku

dan kurasa rahmat-Nya.

Biar nanti aku mati biar aku mewarisi

kemuliaan yang baka.

 

Syair: Stabat mater dolorosa, Anonim  Latin, 1200/1300, terj. Yamuger, 1984

Lagu: Jerman (Köln), 1638