Yayasan Musik Gereja Indonesia

Yamuger Indonesia

Indonesian Institute For Sacred Music

       LIRIK LAGU KIDUNG KEESAAN

KIDUNG KEESAAN 131. HAI, PUJI NAMANYA

 

do = d  2/4  MM + 96

 

Bait 1

Hai, puji nama-Nya, terang cahaya, 

dan puji nama-Nya, hai cakrawala.

Hai, puji nama-Nya, semesta alam: 

mari semuanya menyembah Tuhan.

              

Refrein

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.

Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

 

Bait 2

Hai, puji nama-Nya, tumbuh-tumbuhan, 

dan puji nama-Nya, jenis bijian.

Hai, puji nama-Nya, buah-buahan: 

mari semuanya menyembah Tuhan.

              

Refrein

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.

Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.

Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.


Bait 3

Hai, puji nama-Nya, ikan di laut, 
dan puji nama-Nya, burung di langit.
Hai, puji nama-Nya, hai hewan-hewan: 
mari semuanya menyembah Tuhan.

              

Refrein
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

 

Bait 4

Hai, puji nama-Nya, Adam dan Hawa, 
menurut gambar-Nya kamu tercipta.
Hai, puji nama-Nya, segenap insan: 
mari semuanya menyembah Tuhan.

              

Refrein
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

 

Bait 5

Allah mengakhiri penciptaan-Nya 
di hari yang kudus, hari ketujuh.
Kar’na dilihat-Nya baik semua
akhirnya Allah pun memberkatinya.

            

Refrein
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.
Haleluya! Pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya! Kar’na kasih-Nya tak terp’ri.

 

 

Syair: Arnoldus Isaak Apituley, 1998
Lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998, nuansa Betawi